Pojok Celoteh

This is a blog of Bagus Budi Tama Saragih, an Indonesian journalist. I write ideas about Indonesia’s press as well as news story and opinion in this blog.
Previous Post: Aksi Polairud Menghalau Penyelundup..   Next Post: Situ Gintung tampak dari udara

Integritas Seorang Ketua RT

BAGUS BT. SARAGIH

Puluhan orang duduk beralaskan tikar di bawah tenda terpal itu, Rabu (25/10) pukul 09.30 WIB. Sebagian besar di antara mereka adalah ibu-ibu, remaja putri dan anak-anak. Sementara yang tidak kebagian tempat di bawah tenda terpaksa berdiri atau jongkok sambil bercengkerama di bawah panas terik. Beberapa orang lainnya terlihat hilir mudik, ada yang berpakaian palang merah, ada juga yang berseragam tentara.

Di dekat pintu masuk terdapat papan bertulisan tangan “Posko Kebakaran RT 02/04”. Sedikit di samping papan itu ada sebuah meja yang dikerumuni beberapa orang. Meja penerimaan dan penyerahan bantuan dari para donator. Banyak orang yang datang hendak turut menyumbang, mulai dari uang ribuan rupiah, hingga berdus-dus mi instan. Tidak kalah banyaknya warga yang berebut ingin menerima bantuan. Hanya sedikit saja dari orang-orang ini yang terlihat ceria, atau minimal menunjukkan senyum.

Tak lama kemudian serombongan ibu-ibu datang menghampiri ibu-ibu korban kebakaran yang duduk di sana. Sepertinya mereka adalah kerabat para korban. Mereka pun disambut dengan pelukan dan tangisan. Seketika suasana menjadi haru. “Ya inilah situasi posko (pos koordinasi) kami mas, tempat kami sementara berteduh” ujar Surya Ari Wibowo, Ketua RT 02, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dengan logat Sunda yang kental. Karena itulah, ujarnya, warga yang menjadi korban pun harus berlebaran dan bersilaturahmi di tenda posko.

Rumah Surya adalah satu dari 26 rumah yang terbakar pada peristiwa kebakaran Selasa (24/10). Namun seolah lupa akan kondisi itu, ia sangat sibuk di posko, membantu aliran sumbangan dari para donator. Ia juga membantu mendata para warga yang membutuhkan bantuan, walaupun sebenarnya ia sendiri membutuhkannya. Dengan sabar ia meladeni semuanya. “Biar cuma Ketua RT, tapi ini (melayani warga) juga kewajiban dan tanggung jawab saya,” tukasnya.

Sepintas memang Surya terlihat sangat letih. Selama Media Indonesia bersamanya, jarang sekali ia tersenyum. Entah apa yang berkecamuk di batinnya saat itu. Meskipun demikian, setiap ada yang meminta bantuannya, ia dengan sigap menanggapi. Walaupun cuma sekedar meminjam korek api.

Tiba-tiba, “Maaf mas, ada Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor)(Megamendung) sama Wabup (Wakil Bupati)(Bogor). Saya mau ke sana (lokasi) dulu,” kata Surya kepada Media Indonesia. Rupanya ada tinjauan ke lokasi kebakaran oleh Wakil Bupati Bogor, Camat dan Kapolsek Megamendung. Ia pun berlalu seraya berkata bahwa ia pergi tidak lama dan segera kembali ke Posko.

Tak lama kemudian, Surya kembali. Ia mengajak Media Indonesia melihat puing-puing rumahnya. Setelah beberapa menit melalui gang sempit yang becek dan penuh dengan sisa kebakaran, kami tiba di rumah itu. “Di sinilah saya tinggal bersama dua keluarga lainnya,” ujarnya seraya menunjuk ke arah sebuah rumah sempit semi permanen di depan kami.

“Semua habis mas, habis. Tinggal ini (pakaian yang dikenakan) yang saya punya,” ujar Surya terbata-bata sambil memegang baju yang dikenakannya. Rumah yang menurutnya bernilai 150 juta itu memang hancur lebur. Atapnya sudah tidak ada. Isinya hanya puing-puing yang sudah tidak lagi dapat dikenali.

Sehari-hari Surya bekerja sebagai pedagang buah, sedangkan istrinya ibu rumah tangga biasa. Keempat anaknya masih duduk di bangku sekolah. Ia tidak tahu bagaimana nasib anak-anaknya itu kemudian. “Buku-buku sekolah, seragam, habis semua. Enggak tau nanti gimana anak-anak sekolah. Uang pun tinggal yang di dompet saja,” tuturnya. Matanya berkaca-kaca. Ia tidak dapat lagi menyembunyikan kesedihannya.

Peristiwa kebakaran yang terjadi tepat di Hari Idul Fitri (24/10) ini memang terjadi tiba-tiba. Peristiwa terjadi beberapa jam setelah warga menjalankan ibadah Shalat Ied. Ketika itu banyak rumah yang masih kosong. Sebagian memang ditinggal mudik ke kampung halaman masing-masing, sedangkan beberapa lainnya bersilaturahmi ke rumah kerabat dan sanak saudara. Hanya segelintir saja yang berada di rumah saat api mulai merambat ke rumah-rumah penduduk. Alhasil, api dengan cepat membesar dan menghanguskan 26 rumah yang ditinggai oleh 170 jiwa.

Surya sendiri saat kejadian terjadi sedang bersilaturahmi bersama seluruh keluarganya di rumah orang tuanya di Cisarua, Bogor. Ketika ia pulang setelah dihubungi oleh temannya, ia mendapati rumahnya sudah ludes. “Saya sangat sedih mas, tapi mau gimana lagi? Ini cobaan dari Allah yang harus saya hadapi,” ungkapnya dengan tegar. Ia sangat mengharapkan adanya santunan dan bantuan untuk membangun kembali rumahnya.

Ketika ditanya apakah akan tinggal di rumah kerabatnya sementara rumahnya belum dibangun kembali, dengan tegas Surya mengatakan ia akan tetap tinggal di posko. “Banyak warga yang butuh bantuan. Saya harus menolong mereka,” tukasnya mantap.

Suatu bentuk integritas yang hebat dari seorang Surya, walaupun kapasitasnya hanya seorang Ketua RT. Ketika tugas memanggil, ia tidak peduli akan musibah yang baru saja ia alami. Ketika kebanyakan umat Muslim hanyut dalam kebahagiaan hari lebaran, ia justru melayani warga. Baginya, kepentingan umum jauh lebih penting, seberapapun besarnya penderitaan yang ia tanggung akibat musibah ini.

Luar biasa. Andaikan lebih banyak orang-orang seperti Surya di republik ini. Orang-orang yang ketika sudah ditetapkan sebagai pemimpin rakyat, mendedikasikan hidupnya untuk rakyat pula. Sedangkan di luar sana, banyak orang-orang yang duduk sebagai pejabat publik justru memanfaatkan uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri. Agaknya, mereka harus belajar pada Surya. (bgz)

  • Facebook
  • Twitter
  • WordPress
  • Blogger Post
  • Hotmail
  • Gmail
  • Yahoo Mail
  • Multiply
  • Yahoo Messenger
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Google Reader
  • Delicious
  • Digg
  • Windows Live Favorites
  • AIM
  • Windows Live Spaces
  • Yahoo Bookmarks
  • Share/Bookmark

Tags: ,

Posted in Feature 2 years, 5 months ago at 4:49 am.

Add a comment

No Replies

Feel free to leave a reply using the form below!


Leave a Reply