This is a blog of Bagus Budi Tama Saragih, an Indonesian journalist. I write ideas about Indonesia’s press as well as news story and opinion in this blog.
Saya selalu tak kuasa menahan tawa setiap kali teringat pengalaman saya waktu SMP ini..
Ceritanya, waktu itu saya sedang mendaftar sesuatu (saya lupa apa). Di meja pendaftaran duduklah seorang laki-laki agak tua yang wajahnya dingin dan terkesan ketus.
“Namanya siapa, Mas?” kata laki-laki itu tanpa melihat wajah saya.
“Bagus,” jawabku. Tanpa merespon, laki-laki ini lantas menuliskan nama saya pada selembar form.
Sepintas kulihat, walaupun secara terbalik, dia menulis ‘Agus‘ bukan ‘Bagus‘.
“Maaf Pak, salah tuh, nama saya ‘Bagus‘,” kataku.
“Iya saya tahu, Agus kan?” katanya ngotot, padahal kupingnya rada congekan. Teuteup dia gak ngeliat saya, cuma ngeliatin kertas di mejanya.
“Pakai ‘B‘, Pak, bukan ‘Agus‘,” kataku berusaha sabar.
“Oooo… pakai ‘B‘, bilang dong,” katanya.
Laki-laki itu lantas menghapus tulisan nama saya dan menggantinya dari ‘AGUS‘ menjadi ‘ABUS‘. GUBRAKKKK
English version:
I can’t hide my laugh everytime I remember this funny experience.
So, unce upon a time, when I was in junior high school, I was going to resgistrate something I forget what exactly.
There was an old-man, aged about 50, sitting behind the resgistration desk. His face was showing kinda an ‘unfriendly state’.
“Your name, please,” he said without looking at my face.
“It’s ‘Bagus‘,” I said. He didn’t respond as soon as he wrote down my name on a registration form.
I stood in front of him but I could see that he wrote ‘Agus‘ instead of ‘Bagus‘.
“Excuse me, Sir. My name is ‘Bagus‘,” I tried to correct him.
“I know. ‘Agus‘, isn’t it?” he insisted. He might need to clean his ears, obviously.
“No, Sir. There is a ‘B‘, not ‘Agus‘,” I said, trying to stay calmed.
“Oh, ok. You should say it earlier if there is a ‘B‘,” he said, still, in a unfriendly tone.
The man erased and changed the name from ‘AGUS‘ to ‘ABUS‘
*&#%$%$@%#$$*)(%….
(FYI, Bagus is a common word and name in Indonesia. Bagus in English means ‘Good”)
Posted 1 year, 8 months ago at 10:51 am. 3 comments
BAGUS BT SARAGIH
DI hadapan ratusan anggota DPRD DKI Jakarta, sang Ketua, Ade Surapriatna, bernafas lega. Baru saja ia mengetukkan palu tiga kali, tanda Peraturan Daerah DKI tentang Penanggulangan HIV dan AIDS disepakati. Fraksi-fraksi sepaham, tak ada yang menolak. Hanya Fraksi PPP yang sedikit komplain, tapi pada dasarnya tidak menentang. Satu lagi PR DPRD dan Pemprov DKI kelar. Senyum pun terluas di bibir para legislator Kebon Sirih.
Secuplik peristiwa sidang paripurna pada Senin pekan lalu (14/7) itu adalah episode terkini dari geliat DPRD dan Pemprov DKI menyusun Perda-perda. Sejak Otonomi Daerah dicanangkan pada 1999, daerah-daerah lebih giat membuat Perda. Otonomi memang memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada pemerintah lokal dalam menyusun kebijakan. Kalau mau buat Perda, tak perlu lagi cawe-cawe terlebih dulu ke pemerintah pusat seperti dulu saat masih sentralisasi.
Pun DKI Jakarta, si ibukota negara dengan APBD terbesar se-Indonesia, tak luput dari gempita otonomi daerah. Puluhan Perda telah diterbitkan, buah kerja keras DPRD dan Pemprov DKI. Mulai dari urusan keorganisasian, anggaran, pendapatan daerah, pencemaran lingkungan , kesehatan sampai urusan merokok di tempat umum pun diatur dengan Perda.
Yang banyak jadi sorotan memang perda-perda yang terkait dengan publik. Media Indonesia mencatat, setidaknya sudah 9 Perda yang terkait publik yang diterbitkan sejak 2004. Di antaranya, Perda No2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yang mencakup aturan dilarang merokok di areal publik, Perda No4/2007 tentang Pengendalian, Pemeliharaan dan Peredaran Unggas yang melarang orang memelihara unggas di areal permukiman, Perda No8/2007 tentang Ketertiban Umum yang melarang adanya joki 3 in 1, pengamen, pengemis dan polisi cepek (pak ogah), dan yang terakhir adalah Perda tentang penanggulangan HIV dan AIDS yang mencakup aturan untuk memasang media informasi tentang bahaya HIV dan AIDS di tempat-tempat hiburan yang dianggap berpotensi menjadi ajang penyebaran penyakit mematikan itu.
Continue Reading…
Posted 1 year, 10 months ago at 7:43 am. Add a comment
BAGUS BT. SARAGIH
Puluhan orang duduk beralaskan tikar di bawah tenda terpal itu, Rabu (25/10) pukul 09.30 WIB. Sebagian besar di antara mereka adalah ibu-ibu, remaja putri dan anak-anak. Sementara yang tidak kebagian tempat di bawah tenda terpaksa berdiri atau jongkok sambil bercengkerama di bawah panas terik. Beberapa orang lainnya terlihat hilir mudik, ada yang berpakaian palang merah, ada juga yang berseragam tentara.
Di dekat pintu masuk terdapat papan bertulisan tangan “Posko Kebakaran RT 02/04”. Sedikit di samping papan itu ada sebuah meja yang dikerumuni beberapa orang. Meja penerimaan dan penyerahan bantuan dari para donator. Banyak orang yang datang hendak turut menyumbang, mulai dari uang ribuan rupiah, hingga berdus-dus mi instan. Tidak kalah banyaknya warga yang berebut ingin menerima bantuan. Hanya sedikit saja dari orang-orang ini yang terlihat ceria, atau minimal menunjukkan senyum.
Tak lama kemudian serombongan ibu-ibu datang menghampiri ibu-ibu korban kebakaran yang duduk di sana. Sepertinya mereka adalah kerabat para korban. Mereka pun disambut dengan pelukan dan tangisan. Seketika suasana menjadi haru. “Ya inilah situasi posko (pos koordinasi) kami mas, tempat kami sementara berteduh” ujar Surya Ari Wibowo, Ketua RT 02, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dengan logat Sunda yang kental. Karena itulah, ujarnya, warga yang menjadi korban pun harus berlebaran dan bersilaturahmi di tenda posko.
Continue Reading…
Posted 2 years, 5 months ago at 4:49 am. Add a comment
HUT satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polri ke-56, 2006
BAGUS BT. SARAGIH
SEBUAH jet boat putih melaju kencang membelah perairan Teluk Jakarta. Kapal berbendera asing itu bernama ‘Sundaicus’. Lima orang penumpangnya yang berpakaian hitam-hitam duduk dalam posisi siaga. Mereka menenteng senjata laras panjang.
Tiba-tiba, sebuah helikopter Polisi Udara Polri (Heli) yang terbang rendah menghampiri dan berusaha mencegat kapal cepat itu. Ia tak mau berhenti. Padahal jarak antara Sundaicus dan Heli hanya sekitar 5 meter. Rupanya, kapal cepat itu milik sindikat narkoba internasional yang diduga membawa heroin seberat 1 ton! Polisi tentu tak rela membiarkan barang haram itu menodai tanah Indonesia.
Dor dor dor!, penjahat-penjahat itu malah menembaki helikopter polisi. Merasa diserang, Heli segera membalas tembakan dan berusaha melumpuhkan Sundaicus. Terlihat seorang anggota Polri dalam posisi tengkurap di kabin Heli, berusaha membidik Sundaicus. Moncong senjata laras panjangnya mencuat dari pintu Heli dan diarahkan ke pengemudi Sundaicus.
Sementara itu, dalam kecepatan tinggi, awak Sundaicus tetap menembaki Heli. Saling tembak pun terjadi. Deru mesin boat, kepak baling-baling Heli dan suara tembakan yang berbalasan membuat suasana Teluk Jakarta semakin mencekam. Continue Reading…
Posted 3 years, 7 months ago at 1:40 am. Add a comment
BAGUS BT. SARAGIH
POLITIK? Apa yang pertama kali terbayang ketika mendengar ‘politik’? Pejabat yang tidur waktu sidang, korupsi, adu kekuatan, manipulasi, atau gambar tikus pakai dasi? Kalau imej ini tidak cepat-cepat dihilangkan, lama-lama kita bisa alergi politik!
Jangan bayangkan perkataan ini diucapkan oleh seorang politikus, atau seorang pengamat politik yang sedang cuap-cuap di televisi. Secuplik kalimat di atas adalah tulisan seorang pelajar SMU yang tertumpah dalam satu sobekan kertas kecil yang ditempel di selembar kertas merah tua ukuran 0,5 X 1 meter. Bersandingan dengan celotehan-celotehan polos lainnya, serta beberapa gambar karikatur dan foto yang ditata sedemikian rupa, terbentuklah suatu karya majalah dinding (mading) yang artistik.
Karya siswa-siswi SMU Islam Al-Azhar itu adalah salah satu peserta dalam acara lomba mading antar SMU se DKI Jakarta yang bertema Politic is Beautiful and Fun (Politik itu indah dan menyenangkan). Belasan mading dan karikatur-karikatur politik lainnya disusun berjejer di gedung Nusantara II DPR RI, 13 November silam. Tak pelak, warna-warninya membuat suasana markas wakil rakyat itu jadi lebih semarak. Orang-orang yang lalu-lalang pun terpancing untuk mampir barang sejenak, membaca dan melihat karya anak-anak SMU itu. Continue Reading…
Posted 3 years, 7 months ago at 9:31 am. 1 comment
Catatanku dulu waktu baru jadi Calon Reporter Media Indonesia
BAGUS BT SARAGIH
“Lo ada di mana?”
“Di perpus, lo?”
“Gue di bawah, bukannya kita ada sesi Bang Saur (Hutabarat) jam 10?”
“Iya gua tau, sekarang udah 10.15, ruang trainingnya aja masih dikunci. Gua tadi udah coba pinjem ke mbak Gadis (petugas bagian umum), tapi dia engga ada.”
“Ya udah deh gua tunggu di bawah”
“Sekalian tolong cek lagi meja mbak Gadis, gua tadi udah 4 kali ke sana orangnya masih belum datang.”
Jam di telepon seluler menunjukkan pukul 10.20.
Hari ini (18/10) adalah hari ke-13 pelatihan calon reporter (carep) di Media Indonesia. Jadwal yang kami terima ketika penandatanganan kontrak hanya menjelaskan kegiatan-kegiatan dari tanggal 2 sampai 13 Oktober 2006. Namun tidak pernah ada penjelasan mengenai what’s next? Apa yang selanjutnya harus kami lakukan setelah itu?
Percakapan di awal tulisan adalah secuil bentuk manifestasi kebingungan kami tersebut. Semua serba tidak jelas, siapa yang seharusnya mengarahkan kami. Kemarin muncul informasi bahwa akan ada sesi evaluasi terhadap tugas observasi dan investigasi terdahulu oleh Bapak Saur Hutabarat. Informasi itu pun sumbernya tidak jelas, saling lempar. Alhasil, ketika waktu yang diinformasikan itu tiba, Bapak Saur pun tidak menunjukkan dirinya. Continue Reading…
Posted 3 years, 7 months ago at 5:07 am. Add a comment